SAYA kagum membaca kisah penemuan sungai di bawah laut, dan terperangah ketika mengetahui bahwa penemunya, Mr. Jacques Yves Costeau, jadi muallaf. Ada secuil pertanyaan yang terbesit: siapakah Mr.Jacques? Mengapa ia memilih masuk Islam setelah menemukan sungai di bawah laut?

Oemar Bakri
26 Agustus melalui seluler
Ini adalah hadiah dr teman kristen saya beberapa tahun yg silam. Dia memberikannya setelah kami berdiskusi di rumahnya. Dalam diskusi, teman saya tersebut lbh banyak mengatakan "AKU TIDAK TAU" dan "AKU TIDAK FAHAM".
Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan

2 orang menyukai ini.

Assalamu’alaikum, saat saya tengah promosi blog saya pada sebuah forum debat di facebook, tiba-tiba saja ada seorang pejuang Kristen yang komen,,, nama akunnya adalah David Rehyaar…
Berikut Diskusi yang kami lakukan pada forum itu…

Empat belas abad berlalu sejak kepergian manusia termulia sepanjang zaman. Pemimpin peradaban dunia. Sang pembawa kedamaian dan penerang bagi semesta alam. Pembawa risalah Allah Subhanallahu wa Taala. yang memerintahkan manusia untuk beriman kepada Allah, dan beribadah hanya pada-Nya. Sosok pemuda cemerlang yang muncul dipanggung Arab yang gersang, sosok yang mampu berlaku jujur disaat dusta membiasa. Yang mampu mempersatukan dua suku yang telah mendarah daging saling berseteru.

Pertanyaan:

Apa bantahan Syaikh yang mulia terhadap mereka yang berdalil dengan ayat ini:
فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا
“Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami.” (QS at-Tahrim: 12)
bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam adalah anak Allah, Maha Tinggi Allah dari apa saja yang dikatakan oleh orang-orang yang zhalim?

Secara harfiah, arti kata Ibrani Injil * adalah kabar gembira. Beberapa waktu yang lalu, para sarjana alkitabiah1 di United States of America berhasil merekonstruksi peristiwa bersejarah berupa kronologi waktu kompilasi kitab-kitab kanonik yang konon dinamakan Injil. Rekonstruksi tersebut secara ringkas diikhtisarkan sebagai berikut: 

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian.” (Al-Anbiya: 25)

;;